Minggu, 22 Mei 2011

Laporan Praktikum Mikrobiologi II


PENGOLAHAN SOYCREDU
(SOYGURT CREAM MENGKUDU)

A.  PENDAHULUAN

1.  LATAR BELAKANG
Proses fermentasi dalam pengolahan pangan adalah proses pengolahan pangan dengan menggunakan aktivitas mikroorganisme  secara terkontrol untuk meningkatkan keawetan pangan dengan  dioproduksinya asam dan/atau alkohol, untuk menghasilkan produk  dengan karekateristik rasa dan aroma yang khas, atau untuk  menghasilkan pangan dengan mutu dan nilai yang lebih baik. Contoh- contoh produk pangan fermentasi ini bermacam-macam; mulai dari produk tradisional (misalnya tempe, tauco, dan tape) sampai kepada produk yang modern (misalnya salami dan yoghurt). Proses  fermentasi dikatakan bersifat homofermentatif jika hanya  menghasilkan  satu jenis komponen saja sebagai hasil utamanya; dan heterofermentatif jika menghasilkan campuran berbagai senyawa/komponen utama (Anonim, 2006).
Kacang-kacangan dan umbi-umbian cepat sekali terkena jamur (aflatoksin) sehingga mudah menjadi layu dan busuk. Untuk mengatasi masalah ini, bahan tersebut perlu diawetkan. Hasil olahannya dapat berupa makanan seperti keripik, tahu dan tempe, serta minuman seperti bubuk dan susu kedelai. Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 % - 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung, tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering (Meneristek, 2000).
Riset ilmiah menunjukkan bahwa zat-zat yang terdapat di dalam buah mengkudu memiliki khasiat untuk merangsang respon pembentukan kekebalan tubuh, membersihkan darah, mengatur fungsi sel, regenerasi sel rusak dan menghambat pertumbuhan tumor. Fitokimia (zat-zat kimia alami yang terdapat pada tumbuh­-tumbuhan) memiliki khasiat untuk pencegahan penyakit dan kaya akan kandungan antioksidan. Mengkudu memiliki spectrum fitokimia yang sangat luas, beberapa diantaranya hanya terdapat di dalam mengkudu. Fitokimia-fitokimia tersebut bersinergi satu dengan yang lain untuk menghasilkan khasiat penyembuhan yang mengagumkan.
Asam askorbat yang ada di dalam buah Mengkudu adalah sumber vitamin C. Vitamin C merupakan salah satu antioksidan. Antioksidan bermanfaat untuk menetralisir radikal bebas (partikel-partikel berbahaya yang terbentuk sebagai basil samping proses metabolisme, yang dapat merusak materi genetik dan merusak system kekebalan tubuh). Asam kaproat, asam kaprilat dan asam kaprik termasuk golongan asam lemak. Asam kaproat dan asam kaprik inilah yang menyebabkan bau busuk yang tajam pada buah Mengkudu (Waha, 2008). Namun demikian, meskipun mengkudu mengandung banyak sekali manfaat, tidak lantas membuat mengkudu banyak dimanfaatkan untuk kesehatan di Lombok. Hal ini dikarenakan oleh aroma tidak sedap yang dimiliki oleh buah mengkudu sehingga sangat sedikit sekali masyarakat yang memanfaatkan buah  mengkudu untuk kesehatan. Oleh karena itu, produk olahan ekstrak mengkudu dikombinasikan dengan susu kedelai diharapkan akan dapat dinikmati tanpa aroma bau menyengat yang seringkali mengganggu orang yang mengkonsumsi buah mengkudu.

2.  PERMASALAHAN
Berdasarkan uraian tersebut di atas maka dapat dirumuskan permasalahan:
1.Dengan cara apakah susu kedelai dapat diolah?
2.Bagaimana membuat susu kedelai?
3.Bagaimana membuat modifikasi susu kedelai dengan campuran ekstrak mengkudu?
4.Bagaimana menghilangkan bau khas pada buah mengkudu tanpa mengurangi khasiat buah mengkudu?


3.  SOLUSI ALTERNATIF
1.  Mengeringkan buah mengkudu untuk mengurangi bau khas dari buah mengkudu
2.  Mengkombinasikan flavor untuk mengurangi bau khas dari mengkudu
3.  Membuat produk olahan susu kedelai fermentasi dengan penambahan ekstrak mengkudu

4.  TUJUAN PERCOBAAN
Berdasarkan permasalahan yang sudah dirumuskan, tujuan dilakukannya percobaan ini adalah:
1.    Mengkombinasikan flavor untuk mengurangi bau khas dari mengkudu
2.    Membuat produk olahan susu kedelai fermentasi dengan penambahan ekstrak mengkudu



5.  MANFAAT
a.    Ilmu pengetahuan
-       Memberikan nilai tambah terhadap ilmu pengetahuan saat ini khususnya dalam bidang penelitian dan penalaran ilmu pengetahuan.
-       Dalam bioteknologi, hasil percobaan ini dapat digunakan untuk memberikan nilai tambah terhadap peranan bioteknologi.
b.    Masyarakat
-       Menambah nilai ekonomis buah mengkudu dan maksimalkan pemanfaatan buah mengkudu dari buah yang dianggap bau menjadi buah yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber makanan berkhasiat
-       Memberikan pengetahuan kepada masyarakat adanya inovasi baru makanan kesehatan, yakni dalam bentuk es krim yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan

B.    KAJIAN TEORI
Kedelai adalah sumber utama isoflavon, yang telah terbukti memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Salah satunya menjamin kulit awet sehat dengan menjaga elastisitas kulit, sehingga terlihat awet muda. Isoflavon juga mengandung salah satu zat aktif fitoestrogen. Khasiatnya menyerupai hormon estrogen. Bila dikonsumsi secara rutin, bisa meningkatkan kekenyalan kulit dan mengurangi efek penuaan dini. Sebaliknya, bagi penderita kanker payudara atau kanker rahim yang estrogennya berlebih, isoflavon memiliki sifat antiestrogenik. Artinya, membantu memblokade estrogen agar bergerak menurun. Khasiat isoflavon kedelai telah dibuktikan lewat berbagai penelitian ilmiah. Di antaranya dilakukan Masayuki Arii, Kikkoman Co, Ltd Biochemical Division (2005). Secara keseluruhan, manfaat dari isoflavon bukan hanya sekedar mengurangi kerutan pada kulit dan merangsang pembentukan kolagen, melainkan juga memiliki banyak manfaat, antara lain:memperbaiki metabolisme lemak, sekaligus mengontrol berat badan; pada saat terjadi menopause, hormon estrogen berkurang dan tak lagi di produksi tubuh sehingga, kerap timbul masalah seperti sulit tidur dan kulit keriput. Kemiripan sifat isoflavon dengan hormon estrogen membuat zat ini begitu hebat dan mampu menghambat laju penuaan dini; membantu mencegah osteoporosis, beberapa studi telah dilakukan untuk menghubungkan konsumsi kalsium dengan pengendalian osteoporosis. Penambahan kalsium dan estrogen yang dilakukan terhadap 72 orang wanita pasca menopause menunjukkan adanya pengurangan penurunan massa tulang; membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan dapat mengurangi risiko penyakit jantung, melalui penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa mengonsumsi 4 porsi makanan dari kedelai setiap hari, kadar LDL dalam darah bisa berkurang hingga 10%, yang berarti dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 20% (Anonim, 2009).
Susu kedelai adalah cairan berwarna putih seperti susu sapi, tetapi dibuat dari ekstrak kedelai. Diproduksi dengan menggiling biji kedelai yang telah direndam dalam air. Hasilnya disaring hingga diperoleh cairan susu kedelai. Komposisi gizi susu kedelai hampir sama dengan susu sapi. Mutu protein dalam susu kedelai hampir sama dengan mutu protein susu sapi. Misalnya Protein Efisiensi Rasio (PER) susu kedelai adalah 2,3 dibandingkan PER susu sapi 2,5. PER 2,3 artinya setiap gram protein yang dimakan akan menghasilkan pertambahan berat badan pada hewan percobaan (tikus putih) sebanyak 2,3 gram pada kondisi percobaan baku. Susu kedelai tidak mengandung vitamin B12 dan kandungan mineralnya terutama kalsium lebih sedikit dibanding susu sapi. Untuk menghilangkan rasa pahit pada susu kedelai, sebelum disterilisasi dapat ditambahkan natrium fosfat sebanyak 5 gram, kalium hidroksida 10 gram dan natrium bisulfit 10 gram untuk setiap kg kedelai kering yang diolah. (Santoso, 2009).
Susu kedelai merupakan minuman yang bergizi tinggi, terutama karena kandungan proteinnya. Selan itu susu kedelai juga mengandung lemak, karbohidrat, kalsium, phosphor, zat besi, provitamin A, Vitamin B kompleks (kecuali B12), dan air. Namun perhatian masyarakat kita terhadap jenis minuman ini pada umumnya masih kurang. Susu kedelai ini harganya lebih murah daripada susu produk hewani (Margono, 2000).
Beberapa jenis senyawa berkhasiat obat yang diketahui berada di dalam sari/jus buah mengkudu, antara lain anthraquinone (sebagai anti bakteri/anti jamur), terpenten (sebagai peremaja sel), dammacanthel (sebagai pencegah perkembangan sel kanker), xeronine, dan sebagainya sampai ke antioksidan (penetral radikal bebas). Yang menjadi masalah bagi yang baru mengenal buah mengkudu masak, adalah baunya yang tidak sedap. Cara sederhana untuk mrnghilangkan bau dapat dengan mencampurkan secara rata gula merah atau madu ke dalam larutan jus, menempatkannya di dalam gelas atau botol, dan menyimpannya antara 2-4 hari, sehingga terjadi proses fermentasi. Selama fermentasi komponen asam penghasil bau akan terurai, hingga baunya menjadi hilang. Di pabrik yang sudah maju, bau dihilangkan secara fisik, kimia, dan biologis (Anonim, 2008).
Penyelidikan klinis yang dilakukan oleh Dr. Schechter (Institut Pengobatan Alami di California) menghasilkan data-data penting tentang kemampuan sari buah Mengkudu, di antaranya yaitu merangsang produksi sel T dalam sistem kekebalan tubuh (sel T berperan penting dalam melawan penyakit); memperkuat system kekebalan tubuh, terutama makrofaset dan limfosit dari sel darah putih; menunjukkan efek anti bakteri; mempunyai efek anti rasa sakit/nyeri (analgesik); menghambat pertumbuhan sel-sel pra kanker/tumor yaitu dengan kemampuannya menormalkan fungsi sel-sel yang abnormal.
Mona Harrison, MD dari Boston University School of Medicine dan direktur medis pada D.C. General Hospiial,USA melaporkan bahwa Mengkudu meningkatkan fungsi kelenjar tiroid dan kelenjar timus, yang dipercaya bertindak melawan infeksi dan masalah-masalah yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh (Waha, 2008).
Buah mengkudu yang didiamkan selama beberapa waktu pada bak fiber glass akan menglami proses fermentasi. Fermentasi buah mengkudu berbeda dengan fermentasi buah lainnya, karena strain yang digunakan adalah mikroorganisme dari dalam buah mengkudu itu sendiri, dan dengan waktu yang relatif lama yaitu selama 4-5 minggu. Hasil fermentasi buah mengkudu menghasilkan cairan bercampur dengan ampas atau serat dari buah mengkudu. Sebelum filtrasi, ampas dan air dipisahkan. Air yang dihasilkan langsung difiltrasi, sedangkan ampas atau serat yang kasar dipisahkan untuk dipress dan dilakukan filtrasi kembali (Hazkil, 2009).

C.   METODOLOGI
1.      Alat
a.     1 buah panci
b.     1 buah kompor
c.     1 buah pengaduk
d.     1 buah blender
e.     1 buah saringan plastik
f.      1 ruang kaca steril/inkubator
g.     1 buah Kulkas
h.     5 buah gelas plastik
2.      Bahan
a.     1L susu kedelai
b.     10g bubuk mengkudu
c.     Starter probiotik L. Acidophilus & Bifidobacteria dari yogurt plain
d.     5sdm gula pasir
e.     150g bubuk es krim
f.      ½ sdt garam bubuk
3.    Langkah Kerja
a.    Pembuatan Susu kedelai
-       Penshortiran kedelai
Biji kedelai dimasukkan ke dalam wadah berisi air unrtuk memisahakan biji kedelai yang bagus denganbiji kedelai yang rusak. Biji kedelai yang mengapung di permukaan air dibuang karena termasuk biji yang rusak. Biji kedelai yang kualitasnya baik (bagus) dicuci bersih dengan menggunakan air mengalir.
-       Pasteurisasi kedelai
Biji kedelai direbus selama 15 menit pada suhu 100oC.
-       Asidifikasi kedelai
Biji kedelai direndam dalam wadah berisi air selama 8 jam dengan dua kali penggantian air. Setiap kali pergantian air, kedelai diremas agar ampas kedelai terkelupas seluruhnya. Perbandingan air dengan biji kedelai dalam wadah 3:1.
-       Penggilingan biji kedelai
Biji kedelai dihaluskan menggunakan blender.
-       Penambahan air panas
Biji kedelai yang sudah dihaluskan ditambahkan dengan air panas hasilnya disebut dengan susu kedelai.
-       Penyaringan
Kedelai disaring menggunakan saringan plastik (kain saring), hasilnya disebut susu kedelai murni.
b.    Pengolahan mengkudu
-       Seleksi buah
Seleksi buah adalah menyeleksi, memerilksa dan mengklasifikasikan bahan baku apakah sudah sesuai dengan kelas mutu, dan apakah buah bisa diterima untuk diproses atau tidak. Syarat buah mengkudu yang akan di olah adalah buah telah bersih dari hama (bekas gigitan serangga sewaktu dipohon), hampir matang, tidak lunak, tidak bengkok, dan telah dibersihkan atau golongan mutu B yang telah dilakukan pencucian dan bersih. Buah dengan mutu B dicirikan dengan buah mulus, warna hijau maksimal 10% atau kulit telah putih semuanya dan bagian buah tidak lunak, berat buah 3 -10 buah/Kg.
-       Pencucian
Pencucian adalah membersihkan buah dari segala kotoran atau debu yang menempel, selain itu juga membuang bagian buah yang tidak diperlukan. Buah diletakkan dalam baskom berisi air sambil dibersihkan dengan cara disikat kemudian dicuci pada air mengalir. Selama proses pencucian, dapat dilakukan pensortiran.
-       Pensortiran
Sortir bertujuan untuk memisahkan buah yang tidak digunakan. Buah mengkudu yang tidak digunakan dibuang, sedangkan buah yang memenuhi syarat untuk digunakan di berikan perlakuan selanjutnya yaitu pemotongan.
-       Pemotongan buah mengkudu
Buah mengkudu di potong tipis sebelum di jemur agar cepat kering.


-       Pengeringan mengkudu
Pengeringan buah mengkudu bertujuan untuk mengurangi bau khas dari buah mengkudu tanpa mengurangi kadar kandungan buah. Mengkudu di jemur di sinar matahari selama 3 hari.
-       Pengambilan ekstrak mengkudu
15-20 irisan buah mengkudu di blender selama ±3menit dengan ditambahkan 1-2 sdm air untuk mendapatkan ekstrak mengkudu kering.
c.    Pembuatan Soygurt mengkudu
-       Pasteurisasi susu kedelai
Susu kedelai murni dipanaskan pada suhu 900C selama 30 menit.
-       Penambahan starter
Starter probiotik dari yogurt plain (L. Acidophilus & Bifidobacteria) dimasukkan ke dalam larutan susu kedelai yang sudah dipasteurisasi.
-       Penambahan gula
Gula pasir dimasukkan ke dalam susu kedelai sebagai sumber energi bagi mikroba yang berperan dalam proses fermentasi. Penambahan gula dapat digantikan dengan penambahan bubuk es krim karena bubuk es krim yang digunakan dalam pembuatan produk SoyCreDu ini mengandung gula pasir.
-       Penginkubasian
Susu kedelai dimasukkan ke dalam inkubator pada suhu 37oC selama 5-8 jam. Jika tidak menggunakan inkubator, susu kedelai dapat disimpan dalam ruangan selama 8-12 jam agar proses fermentasi dapat berlangsung.
-       Penghomogenan soygurt
Susu kedelai di aduk menggunakan  sendok pengaduk dari stainlessteel untuk menjaga kesterilan.
-       Pendinginan soygurt
Susu kedelai yang sudah dipasteurisasi didinginkan pada suhu kamar 25-270C selama 5 menit.

d.    Pengolahan SoyCreDu
-       Penambahan ekstrak mengkudu
Ekstrak buah mengkudu dimasukkan ke dalam susu kedelai sambil di aduk. Hasil setelah penambahan ekstrak mengkudu disebut SoyDu.
-       Penambahan bubuk es krim
Sebanyak 150g bubuk es krim ditambahkan ke dalam 1L SoyDu.



-       Penghomogenan
SoyDu di kocok dengan kocongan tangan menggunakan pengaduk (dapat menggunakan pengocok telur), hasilnya disebut dengan SoyCreDu.
-       Pendinginan SoyCreDu
SoyCreDu disimpan dalam freezer pada suhu 5-100C selama 24 jam.
-       Pengemasan SoyCreDu
SoyCreDu dikemas ke dalam gelas plastik kecil.
-       SoyCreDu siap dikonsumsi
Jika tidak langsung dikonsumsi, Sollydu dapat disimpan dalam kulkas selama 5 hari untuk manambah masa simpan.

4.    Jadwal Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 6 hari dengan rincian proses kegiatan sebagai berikut:
a.    Hari 1-3    : pengeringan buah mengkudu
b.    Hari 4       : pembuatan susu kedelai dan penginkubasian
c.    Hari 5       : pengolahan dan pendinginan SoyCreDu
d.    Hari 6       : pengemasan SoyCreDu

5.    Rincian Biaya
Rincian biaya yang digunakan untuk kegiatan percobaan ini sebagai berikut:
-       ½ kg biji kacang kedelai                                    Rp 5,000,-
-       6 buah mengkudu                                  Rp 0,-
-       150g bubuk es krim rasa                       Rp 6,300,-
-       5 sdm gula pasir                                     Rp 2,000,-
-       50 ml yogurt plain                                  Rp 3,000,-
-       Gelas plastik                                          Rp 5,000,-
-       Sendok es krim                                      Rp 1,200,-
Keseluruhan biaya yang dibutuhkan dalam kegiatan ini adalah Rp22,500,-

D.   HASIL DAN PEMBAHASAN
1.    Hasil
Dalam pelaksanaan kegiatan percobaan ini, dilakukan 2 kali percobaan. Pada percobaan pertama diperoleh hasil yang tidak memuaskan karena produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang menjadi target produk. Produk yang dihasilkan baru mencapai tingkat keberhasilan pada percobaan kedua.
Pada percobaan pertama diperoleh produk dengan kondisi tekstur dan warna produk yang menunjukkan adanya proses fermentasi lanjut yang ditandai dengan adanya bau busuk pada susu kedelai fermentasi disertai gumpalan pada produk.
Pada percobaan kedua, diperoleh soygurt dalam bentuk es krim rasa aroma buah durian.


Perbedaan hasil pada produk 1 dan 2
Produk 1

Produk 2

-       Warna kuning keruh
-       Aroma bau kedelai busuk
-       Tekstur kasar
-       Terbentuk gumpalan
-       Terdapat banyak endapan di dasar
-       Rasa tidak enak

-       Warna kuning cerah
-       Aroma durian
-       Tekstur lembut
-       Tidak terdapat gumpalan
-       Tidak terdapat endapan di dasar
-       Rasa enak


2.    Pembahasan
Produk yang dihasilkan dari dua kali percobaan menunjukkan hasil yang berbeda dilihat dari segi tekstur, warna, aroma, dan rasa. Perbedaan hasil yang diperoleh sangat dimungkinkan karena adanya perbedaan proses dalam pengolahan produk. Perbedaan proses pada pengolahan produk 1 dan produk 2 terlihat dalam tabel.

Perbedaan Proses Pengolahan
Produk 1

Produk 2

-       Pasteurisasi kedelai dilakukan sebelum asidifikasi
-       Ekstrak Mengkudu ditambahkan sebelum inkubasi soygurt
-       Masa inkubasi lebih dari 24 jam pada suhu 37oC

-       Pasteurisasi kedelai dilakukan sesudah asidifikasi
-       Ekstrak Mengkudu ditambahkan setelah soygurt diinkubasi
-       Masa inkubasi 8 jam pada suhu ruangan 25-27oC

Berdasarkan perbandingan yang terlihat pada tabel di atas, dapat diketahui faktor yang menjadi penyebab ketidakberhasilan produk pada percobaan pertama, yakni waktu inkubasi soygurt yang terlalu lama dan ketidaksterilan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan. Adanya pengaruh penambahan ekstrak mengkudu sebelum dan sesudah fermentasi terhadap kegagalan produk yang dihasilkan tidak diketahui secara pasti. Belum ditemukan literatur yang membahas mengenai hal tersebut. Namun beberapa literatur menyebutkan bahwa pada buah mengkudu dalam bentuk jus dapat terjadi reaksi fermentasi spontan yang menyebabkan tingginya kandungan alkohol pada jus mengkudu yang dapat menimbulkan efek negatif bagi saraf pusat. Anton (2002) menjelaskan  jus mengkudu yang mengalami penyimpanan dalam jangka waktu bulan memiliki kadar alkohol mencapai 20%. Pada jus mengkudu yang tidak melibatkan fermentasi yang lama, tetap riskan terbentuk minuman beralkohol.
Dalam Republika online (2001) dijelaskan bahwa fermentasi sebagai proses perubahan subtrat menjadi etanol dan karbondioksida dalam kondisi oksigen terbatas. Subtrat yang diurai tersebut biasanya adalah glukos. Bau khas yang ditimbulkan dalam proses fermentasi itulah yang menandakan adanya etanol atau alkohol. Kadar etanol dalam makanan dan minuman fermentasi bervariasi. Tergantung berbagai faktor yang menyertainya, termasuk besar kecilnya kadar gula yang biasanya digunakan sebagai subtrat. Fermentasi spontan bisa terjadi
kalau memenuhi sejumlah peryaratan. Misalnya, tersedianya substrat yang umumnya adalah glukosa, temperatur, pH, ketersediaan oksigen, dan kadar air yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisma.
Selain adanya kesalahan dalam proses pembuatan produk 1, pada produk 2 yang dihasilkan juga terdapat kelemahan. Kelemahan pada produk 2 yang dihasilkan, yakni rasa asam yang menjadi ciri khas produk fermentasi tidak terlalu terasa ketika produk dikonsumsi. Hal ini  dimungkinkan karena masa inkubasi yang tidak sesuai atau terlalu singkat sehingga proses fermentasi yang terjadi tidak maksimal. Kemungkinan lainnya dapat dikarenakan kelebihan takaran flafour es krim yang digunakan sehingga mengurangi rasa asli produk fermentasi.
Komposisi bubuk es krim yang digunakan dalam pembuatan produk, sebagai berikut: gula pasir, susu skim bubuk, inulin, pengemulsi nabati, pemantap nabati, garam, perisa durian, vitamin, pewarna makanan : Tartrazin CI 19140, Kuning FCF CI 15985.



E.    KESIMPULAN
Berdasarkan tujuan, hasil pengamatan, dan pembahasan didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.    Susu kedelai dapat dikombinasikan dengan buah/tanaman lain yang memiliki manfaat khusus, dalam hal ini mengkudu.
2.    Untuk menghilangkan bau busuk pada mengkudu dapat dilakukan dengan mengombinasikan perasa/flafour atau dengan memanfaatkan aroma khas yang dimiliki susu kedelai.
3.    Untuk menghasilkan produk yang memiliki manfaat khusus diperlukan ketelitian dan keuletan dalam melakukan percobaan, manfaat khusus dalam hal ini adalah manfaat obat dalam kandungan buah mengkudu disamping juga susu kedelai.

F.    Saran
Berdasarkan kegiatan percobaan yang telah dilakukan, rekomendasi untuk kegiatan percobaan selanjutnya diperlukan kecermatan yang lebih tinggi dalam pengolahan bahan, mencakup kesterilan alat dan bahan serta praktikan, dan kontrol waktu yang tepat selama melakukan proses kegiatan.




















                         

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2001. Jus Mengkudu. Republika online.
Anonim. 2006. Produk Fermentasi Susu. Tersedia online www.Ebookpangan.com. Diakses pada tanggal 2 Oktober 2010.
Anonim. 2009. Awet Muda Dengan Kedelai. Tersedia online di http://www.rileks.com/lifestyle/31102006127461-kedelai-si-pintar-pembuat-kulit-kenyal-dan-awet-muda-.html. Diakses pada tanggal 28 November 2010.
Hazkil, B. 2009. Teknologi Proses Produksi Jus Buah Mengkudu. Bogor: Universitas Djuanda. Tersedia online di http://www.blogspot.com/teknologi proses produksi jus buah mengkudu.html. Diakses pada tanggal 28 November 2010.
Hidayat, W. 2008. Mengkudu bau busuk yang berkhasiat. Tersedia online www.ekafood.com. Diakses pada tanggal 2 oktober 2010.
Margono, T.dkk. 2000. Buku Panduan Teknologi Pangan. Tersedia online www.ristek.go.id. Diakses pada tanggal 5 oktober 2010.
Santoso. 2009. Susu Dan Yoghurt Kedelai, Seri Teknologi Pangan Popular (teori dan praktik). Jakarta: Direktorat Gizi, Depkes RI.
Waha, M.G. 2008. Sehat Dengan Mengkudu. Tersedia online www.ekafood.com. diakses pada tanggal 2 oktober 2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar